"Kami bisa klasifikasi hal itu terjadi karena belum tersedianya sarana listrik PLN dan air PDAM," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Imam S. Ernawi saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (21/1/2014).
Menurut Imam tanggung jawab penyediaan air dan listrik menjadi bagian Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dana APBD. Sedangkan pihaknya hanya fokus membangun proyek pembangunan rusunawa.
"Masih ada rusun yang belum dihuni karena faktor itu. Terkait alokasi anggaran APBD-nya. Tingkat hunian masih 70% dari yang sudah dibangun," imbuhnya.
Sedangkan alasan lainnya adalah masih menunggu status hibah yang dikeluarkan dari Kementerian Keuangan. "Karena masih menunggu proses hibah. Masih ada rusun yang belum dihuni karena faktor itu. Terkait alokasi anggaran APBD-nya," tuturnya.
Imam meminta kepada para Pemda yang sudah menerima hibah rusunawa dari pemerintah pusat, agar segera membangun instalasi listrik dan air.
"Kita minta Pemda supaya sudah mengalokasikan listrik dan air minum saat dibangunnya 67 twin block dan 25 twin block di tahun 2014 ini. Kita harapkan tingkat terisi harus selesai tahun ini tetapi lagi-lagi kendalanya ada di APBD yang belum dialokasikan," cetusnya.
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!