"Saham publik memang masih mayoritas asing, ada sekitar 43% (di publik). Nah, dari 43% itu mayoritasnya asing tapi saya tidak hafal besarannya berapa," kata Head Corporate Communication PGN Ridha Ababil saat dihubungi detikFinance akhir pekan lalu.
Ini meralat pernyataan Ridha Ababil yang sebelumnya diberitakan bahwa investor asing memegang 82% saham publik PGN. Namun setelah dicek ulang, ternyata Ridha Ababil tidak menyatakan hal tersebut. Karena itu redaksi detikFinance menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
"Siapa saja asingnya saya nggak hafal," tambahnya.
Dengan porsi asing sebanyak itu, apakah para pemegang saham tersebut jika bersatu bisa menolak akuisisi PT Pertamina (Persero)? Mungkin tidak juga karena Pemerintah Republik Indonesia (RI) masih menguasai mayoritas saham PGN, yaitu sebanyak 57%.
"Tunggu pemerintah. Itu apa masih wacana, apakah program kerja, kita sendiri belum tahu. Kita sebagai operator tinggal jalankan saja. Ini kan yang punya pemerintah ya apa kata pemerintah saja," kata Ridha.
Perlu diketahui, akhir pekan lalu Dahlan menegaskan, pemerintah mendorong akuisisi PGN oleh Pertamina. Ada dua opsi yang sedang dikaji.Next
(ang/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!