MRT Jakarta Diklaim akan Lebih Canggih Daripada Jepang

Singapura -Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta saat ini masih tahap konstruksi. Setelah beroperasi nanti, moda transportasi massa di ibu kota Indonesia ini diklaim lebih canggih daripada milik Jepang.

Proyek MRT tahap I membentang sepanjang 15,7 km dari Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Proyek ini dibiayai oleh JICA dan dikerjakan olek kontraktor asal Jepang dengan menggandeng kontraktor asal Indonesia.


Ditargetkan proyek moda transportasi masa depan DKI Jakarta ini, bisa beroperasi pada semester I-2018. Saat beroperasi, MRT Jakarta diklaim lebih canggih dari desain MRT asal Jepang.


"Teknologi MRT Jakarta, 1 kali lebih canggih daripada Jepang. Karena dikendalikan dari pusat depo di Lebak Bulus," kata Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat di Singapura, Selasa (22/1/2014).


Lalu lintas kereta MRT akan dikendalikan dari pusat kontrol di depo MRT yang terletak di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Meski dikendalikan secara otomatis, setiap rangkaian kereta punya petugas yang memandu penumpang untuk ke luar masuk kereta.


MRT Jakarta tahap I nantinya memiliki 13 stasiun bawah tanah dan layang. Untuk kereta akan didatangkan langsung dari Jepang.


Setidaknya akan ada 96 kereta yang terbagi dalam 16 set atau rangkaian. Setiap set akan terdiri dari 6 kereta. Kapasitas setiap kereta mencapai 200 orang.Next


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!