"Kami berupaya bekerja dengan bersih. Nanti di tengah kota seperti ini kebersihan kami jaga," kata Civil Engineer PT MRT Jakarta Wilman Sijabat yang ikut mendampingi kunjungan ke proyek MRT di Singapura, Selasa (21/1/2014).
Saat masa kontruksi akan ada penggalian tanah hingga kedalaman sekitar 20-22 meter di beberapa titik sepanjang jalan MH Thamrin hingga jalan Sisingamangaraja. Penggalian ini dilakukan untuk pembangunan stasiun MRT bawah tanah.
Kondisi ini akan berlangsung cukup lama namun bakal dinormalkan kembali saat pembangunan stasiun usai. Untuk pembangunan terowongan, MRT Jakarta mendatangkan 4 mesin bor raksasa berdiameter
sekitar 6,6 meter. Mesin ini mulai bekerja pada tahun 2015 setelah stasiun berhasil digali.
"Kita datangkan 4 Tunnel boring machine (TBM)," sebutnya.
Untuk stasiun bawah tanah MRT Jakarta nantinya dibangun dengan lebar 21 meter, panjang 200 meter hingga 300 meter serta kedalaman 20-22 meter di bawah tanah.
Dari pantauan detikFinance di Singapura, terlihat beberapa proyek MRT dikerjakan di tengah jalan besar atau jalan kecil. Para pekerja dan mesin kontruksi terus bekerja.
Proyek MRT ini rata-rata dibangun di bawah tanah. Meski ada beberapa titik proyek, tapi kebersihan dan keamanan saat masa kontruksi sangat dijaga.
Kendaraan proyek yang hilir mudik terlihat sangat bersih. Bahkan jalan di area proyek telah disiapkan atau
dibangun sangat baik oleh kontraktor MRT Singapura sehingga tidak muncul keluhan dari pengguna akibat jalanan yang jelek.
(feb/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!