Beban Puncak Capai Rekor, PLN Jamin Pasokan Listrik Jawa-Bali Masih Aman

Jakarta -PT PLN (Persero) menegaskan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) masih aman. Meskipun PLN sempat mencatat beban puncak listrik di sistem kelistrikan Jamali mencapai rekor tertinggi, Kamis pekan lalu.

Manajer Senior Komunikasi PT PLN Bambang Dwiyanto mengatakan peningkatan beban di sistem kelistrikan Jamali hingga mencapai rekor tertinggi adalah fenomena yang wajar.


"Pertumbuhan yang cukup tinggi ini adalah pertumbuhan alami. Ada misalnya orang pasang baru perumahan-perumahan pasang baru dan lain-lain. Jadi ini alami," kata Bambang kepada detikFinance, Senin (28/4/2014)


Bambang mengatakan PLN mencatatkan secara nasional rata-rata per tahun pertumbuhan listrik mampu menembus angka 8% dengan kontribusi pertumbuhan terbesar ada di wilayah Jawa-Bali.


"Pertumbuhan penggunaan listrik itu 8% per tahun, itu secara nasional. Sedangkan untuk Jawa-bali 3,5%," katanya.


Bambang menegaskan PLN masih mampu memenuhi kebutuhan listrik tersebut meski beban puncak listrik naik. Ia beralasan ada sekitar 30% cadangan dari total kapasitas produksi listrik se-Jawa-Bali yang mencapai 31.000 Megawatt.


"Sekarang kapasitas kita untuk Jawa Bali ada sekitar 31.000 MW. Untuk waktu dekat masih bisa terpenuhi. Apalagi kita juga kan masih punya cadangan lagi sekitar 30%, hampir 35%. Itu masih aman untuk waktu dekat ini," katanya.


Sebelumnya, diumumkan beban puncak listrik di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) mencapai rekor tertinggi, yaitu 22.974 Megawatt (MW). Beban tertinggi itu terjadi pada Kamis (24/4/2014) jam 18.00 WIB.


Kenaikan beban listrik tersebut diprediksi akibat faktor cuaca. Dimana, selama beberapa hari terakhir memang kondisi sangat panas sehingga memicu orang untuk menyalakan pendingin ruangan (A/C) lebih lama.


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!