Tarik Ulur Kepentingan Bikin Infrastruktur RI Terpuruk

Jakarta -Kondisi infrastruktur di Indonesia semakin tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. Salah satu penyebab terhambatnya pembangunan infastruktur adalah tarik ulur kepentingan berbagai pihak.

"Infrastruktur kita itu makin tertinggal, tiap tahun bukannya makin baik mahal makin terpuruk. Tertinggal dibandingkan India dan Thailand, apalagi harus dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura," tegas Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini ketika ditemui di Kantornya Gedung GKBI, Jakarta, Senin (28/4/2014).


Emma mengungkapkan, kualitas infrastruktur Indonesia secara keseluruhan berada diperingkat 92. Tertinggal jauh dari India yang berada diperingkat 82, Thailand peringkat 49, Malaysia 29, dan Singapura peringkat 2.


"Untuk pembangunan jalan tol saja di India setahun terbangun hampir 1.000 km," ucapnya.


Di Indonesia, data Kementerian Pekerjaan Umum menyebutkan bahwa sampai saat ini total panjang jalan tol yang terbangun baru 927,53 km.


Salah satu penyebab infrastruktur Indonesia makin terpuruk, lanjut Emma, adalah sinkoronisasi antara pemangku kepentingan (stakeholders) baik di tingkat pusat mapun daerah.


"Tarik ulur kepentingan makin membuat proyek infrastruktur sulit dieksekusi. Padahal mereka tidak melihat dampaknya jika infrastruktur makin tertunda, biaya operasional dan logistik masyarakat makin mahal. Investor pun malas dan lari ke negara lain, akibatnya lapangan kerja makin terbatas kemudian pengangguran makin banyak," paparnya.


(rrd/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!