"Perkembangan proyek 10.000 MW tahap I yang semuanya PLTU batu bara dan ditugaskan oleh PLN sampai hari ini sudah mencapai 7.300 MW yang sudah beroperasi, sementara 1.300 MW dalam tahap uji coba keandalan listriknya dan sekitar 800 MW dalam tahap pembangunan konstruksi, ungkap Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji ditemui di Kantor Pusat PLN, Selasa (14/10/2014).
Sementara untuk proyek 10.000 MW tahap II yang lebih banyak melibatkan pihak swasta dan didominasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) statusnya sampai saat ini baru 1 PLTP yang masuk yakni PLTP Patuha 1 x 55 MW.
"Proyek 10.000 MW Tahap II ini sebagian besar IPP (swasta) porsi PLN kecil. Ini menjadi persoalan juga ketika pembangkit listrik didorong ke arah swasta nasional, melihat tujuannya baik, tapi pada prakteknya yang IPP saya lihat belum ada tanda-tanda terwujud, bahkan yang baru drilling (ngebor sumur panas bumi) baru dua lokasi, yang lain belum ada," katanya Nur.
Melihat kondisi tersebut, harus segera ada terobosan dalam pengembangan sektor kelistrikan nasional.
"Kebutuhan atau pertumbuhan konsumsi energi kita tumbuh di atas 5%, kalau tidak diimbangi dengan pertumbuhan pembangkit listrik, tentunya akan berdampak besar bagi bangsa ini," tutupnya.
(rrd/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!