Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, menyatakan sampai saat ini nasib Jembatan Selat Sunda sendiri belum jelas. Terakhir, masih ada perdebatan soal sumber pembiayaan studi kelayakan (feasibility study) apakah dari APBN atau inisiator.
"Jembatan Selat Sunda itu memang dari dulu belum ada keputusan yang pasti. Menyangkut duit yang begitu banyak dan kemudian dan belum memutuskan go a head karena menyangkut beberapa pemerintah tentunya," kata Sofyan di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (3/11/2014).
Sampai akhir masa pemerintahan SBY, lanjut Sofyan, masih belum ada keputusan soal proyek ini. "Waktu itu belum ada keputusan di pemerintahan Pak SBY. Itu masih ide, masih wacana," katanya.
Di pemerintahan Jokowi, tambah Sofyan, proyek Jembatan Selat Sunda sepertinya tidak akan dilanjutkan. Salah satu penyebabnya, proyek ini tidak sesuai dengan visi pembangunan Jokowi yang mengedepankan sektor maritim (kelautan).
"Sekarang itu tidak sesuai dengan konsep kemaritiman, itu masalahnya," tegas Sofyan.
Sebelumnya, adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago yang pertama mengutarakan soal niat pemerintahan Jokowi tidak melanjutkan proyek Jembatan Selat Sunda.Next
(hds/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!