Ngebut, Proyek Anti Banjir Sodetan Ciliwung Digarap 24 Jam Non Stop

Jakarta -Pemerintah menargetkan proyek anti banjir, yaitu Sodetan Ciliwung bisa rampung dan beroperasi pada Januari 2016. Proyek ini digarap 24 jam non stop.

"Ini kita kerja 24 jam. Ada 2 shift, dari jam 8 pagi sampai jam 6 maghrib. Setelah itu lanjut shift kedua. Kita kejar betul," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di Kamal, Jakarta Barat, Rabu (18/2/2015).


Basuk menuturkan, proyek ini baru bisa berjalan lagi tahun ini karena terkendala pembebasan lahan. Pihak Pemerintah Provinsi Jakarta akan melakukan pembebasan dengan memberikan uang kerohiman kepada warga.


Pengeboran proyek ini pertama kali dilakukan pada 8 Februari 2015 lalu. Untuk proses pengeboran, ditargetkan rampung paling lambat November 2015.


"Januari tahun depan (beroperasi) masih bisa dikejar," jelas Basuki.


Proyek ini merupakan pembangunan terowongan air sepanjang 1,25 km, yang mengalirkan debit air saat banjir, dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). Air yang bisa dialirkan 60 meter kubik/detik.


PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), ditunjuk menjadi pelaksana proyek tersebut. Konsultan supervisi dan manajemen konstruksi masing-masing ditunjuk PT Indra Karya dan PT Yodya Karya. Waktu pelaksanaan proyek ini adalah 25 bulan, dengan nilai kontrak Rp 492,6 miliar.


"Nantinya akan ada‎ 988 pipa yang akan dipasang sepanjang terowongan. Masing-masing pipa panjangnya 2,5 meter, diameternya 4 meter. Saat ini yang sudah terpasang ada 5 buah pipa, dan sekarang dengan kedatangan Pak Presiden ke lokasi kita lakukan pemasangan keenam," tutur Basuki.


(dnl/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com