Adapun fasilitas pembiayaan tersebut diproyeksikan untuk pendanaan pengembangan bandara-bandara di bawah lingkungan AP II, khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang). Demikian dikutip dari siaran tertulis AP II yang diterima Rabu (1/3/2015).
"Kerja sama dengan Indonesia Eximbank ini bertujuan untuk pengembangan bandara-bandara di bawah lingkungan PT Angkasa Pura II (Persero) sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan industri penerbangan nasional yang cukup signifikan," jelas Budi.
Saat ini, AP II tengah melakukan pengembangan hampir di seluruh bandara yang dikelola. Khusus untuk Bandara Soetta, dibutuhkan sedikitnya pendanaan mencapai Rp 26 triliun untuk periode 2007-2020.
Di Bandara Soetta, AP II tengah membangun Terminal 3 Ultimate berkapasitas 25 juta penumpang per tahun. Setelah itu, Terminal 1 dan 2 akan dilakukan pengembangan sehingga bisa menampung 18 juta penumpang per tahun.
Dilakukan juga pembangunan stasiun kereta dan integrated building yang di antaranya terdiri dari area komersial, parkir kendaraan, perkantoran, dan hotel.
"Pengembangan dilakukan hampir di seluruh bandara AP II, di mana hingga 70% difokuskan di Bandara Soetta. Pengembangan yang dilakukan tidak hanya secara fisik namun juga termasuk pembenahan dari sisi pelayanan kepada pengguna jasa, sehingga tercipta SMILE Airport dimana pengguna jasa dapat merasakan pelayanan yang berkualitas. Untuk pendanaan pengembangan, AP II membuka opsi pendanaan sebesar Rp 6 triliun dari pihak eksternal seperti perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan sumber lainnya," papar Budi.
(feb/hds)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com