Dari Rugi Rp 26 T Jadi Untung Rp 11,7 T, PLN Ingin Bertahan di Fortune 500

Jakarta -PT PLN (Persero) berhasil membukukan laba bersih Rp 11,7 triliun di 2014 lalu. Laba ini naik 145% dari 2013 yang merugi Rp 26,2 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pendapatan usaha dan kenaikan laba selisih kurs.

Dalam keterangan resmi PLN, Rabu (4/3/2015), pada 2014 lalu, pendapatan usaha PLN mencapai RP 292,7 triliun, naik 11,8% dibanding 2013 yang sebesar Rp 261,8 triliun.


Meningkatnya pendapatan usaha tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan kWh tenaga listrik menjadi 198,6 Terra Watt hour (TWh), naik 5,9% dibanding dengan periode yang sama di 2013 sebesar 187,5 TWh.


Jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan pada akhir tahun mencapai 57,49 juta pelanggan, atau naik 6,5% dari tahun sebelumnya.


Meski begitu, beban usaha PLN di 2014 juga naik 11,8% menjadi Rp 246,9 triliun. Kenaikan beban usaha disebabkan konsumsi bahan bakar, terutama gas dan batu bara seiring dengan peningkatan permintaan tenaga listrik pelanggan.


Biaya pemakaian batu bara dan gas di 2014 masing-masing Rp 44,8 triliun dan Rp 47,7 triliun. Naik sebesar 20,55% dan 26,14 % dari 2013.


Dalam keterangannya, PLN mengaku terus melakukan efisiensi dan pengendalian terhadap pengeluaran untuk beban usaha, terutama dengan mengalihkan biaya energi primer dari BBM ke non BBM serta efisiensi biaya yang merupakan controllable cost bagi perseroan. Next


(dnl/hds)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com