Isu ini telah membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kaget. Bahkan Susi khawatir isu ini akan menjadi masalah besar bagi nasib ekspor perikanan Indonesia ke dunia internasional. Di sisi lain, Susi kini sedang gencar melakukan pemberantasan pencurian ikan di laut Indonesia.
Dikhawatirkan adanya kasus ini akan berdampak pada produk perikanan asal Indonesia yang bisa diboikot negara-negara maju khususnya Amerika Serikat (AS).
"Urusannya banyak ditambah lagi Benjina. Kita takut Amerika boikot," ungkap Susi beberapa waktu lalu.
Bahkan Menteri Susi mencoba membandingkan dengan nasib sawit Indonesia yang selama ini gencar kena 'kampanye hitam' di pasar ekspor terkait isu lingkungan. Kondisi yang sama pun dikhawatirkan bakal terjadi terhadap sektor perikanan Indonesia, kali ini bukan isu lingkungan namun isu soal perbudakan.
"Perikanan juga sama, produk Indonesia tidak laku lagi di dunia. Kelapa sawit sudah terancam diboikot karena alasan gajah mati dan kebakaran hutan. Seafood juga sama, AS sudah bicara. Tanpa kita menangani ini dengan benar kita tidak comply lagi soal traceability," kata Susi.
Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya menegaskan praktik perbudakan merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi dan jelas merugikan negara. Perbudakan bukan hanya soal ekonomi, tetapi soal martabat manusia yang memiliki kebebasan. Walaupun secara ekonomi tampak menguntungkan, namun sistem perbudakan menyangkal status kemanusiaan tiap orang.Next
(hen/hds)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com