Ini Cara Daftar Pasang RFID Secara Online

Jakarta -PT Inti (Persero) mempermudah masyarakat khususnya di Jakarta yang ingin memasang Radio-frequency identification (RFID). Cukup mendaftar lewat online (internet), RFID bisa dipasang tanpa harus antre.

Seperti dikutip detikFinance, Minggu (20/4/2014) melalui website program Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMP BBM), pemilik kendaraan hanya membuka website www.smpbbm.com, kemudian pada pojok kanan ada kolom registrasi, kemudian klik.


Setelah berhasil membuka kolom registrasi, pemilik kendaraan diminta mengisi nomor polisi, nama pendaftar, kartu identitas (KTP/SIM), nomor ponsel, kemudian diminta memilih lokasi posko pendaftaran dan pemasangan RFID lalu meng-upload foto STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).


Langkah selanjutnya, pilih posko pendaftaran terdekat dan waktu pemasangan yang diinginkan. Kemudian masukkan nama pemilik kendaraan, alamat, merek dan tipe kendaraan, jenis atau model, tahun pembuatan kendaraan, kapasitas mesin, nomor STNK dan lainnya seperti yang diminta dalam kolom pendaftaran.


Setelah data terisi dengan benar, lalu klik kirim. Setelah itu pendaftar akan mendapatkan tiket pendaftaran, tiket tersebut bisa dicetak atau disimpan dalam ponsel, tiket tersebut ditunjukkan kepada petugas pemasangan RFID sesuai posko yang diminta.


Untuk posko pemasangan RFID di daerah DKI Jakarta yakni:



  1. Jakarta Utara di Mal Artha Gading, Jalan Boulevard Artha Gading

  2. Jakarta Barat ada di Season City dan ITC Roxy Mas

  3. Jakarta Pusat ada di Plaza Kenari Mas Jalan Kramat Raya

  4. Jakarta Timur ada di SPBU Jalan Bekasi Raya, SPBU Jalan I Gusti Ngurah Rai Pondok Kopi, SPBU Jalan Raden Inten 2, Duren Sawit, Perumahan Jatinegara Indah Jalan Gunung Semeru, dan Perumahan Malaka Asri Jalan Anggrek,

  5. Jakarta Selatan ada di ITC Permata Hijau, Pejaten Village, Blok M Plaza, Plaza Mebel, dan Thamrin City.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dolar Menjauh dari Rp 12.000, Konsumen Memburu Laptop

Jakarta -Pelemahan nilai tukar dolar terhadap rupiah berdampak bagi pedagang elektronika di Glodok, Jakarta Barat. Khusus untuk produk Laptop (notebook) konsumen mulai memburunya.

Andi (34), penjaga Toko Electronic and Computer Solution di Blok D Glodok, Jakarta Barat mengungkapkan, melemahnya dolar ikut mendongkrak penjualan laptop.


"Pasti ngaruh karena dolar naik barang naik. Sekarang dolar nurun jadi lebih banyak yang nyari notebook dibanding waktu dolar Rp 12.000," ujar Andi saat ditemui detikFinance di Pusat Elektronika Glodok, Jakarta Barat, Minggu (20/4/2014).


Ia menyebutkan, seiring penguatan rupiah, penjualan laptop pun naik. Saat dolar tembus Rp 12.000, pihaknya hanya bisa menjual 1 unit produk dalam seminggu. Sedangkan saat ini saat dolar turun, penjualan naik menjadi 6 unit laptop dalam seminggu.


"Dulu paling 1-2 barang seminggu. Sebulan paling banter 3 unit karena dolar tinggi. Harga notebook tinggi waktu dolar tinggi. Sekarang bisalah menjual 3-4 biji seminggu," terangnya.


Andi menambahkan, harga notebook saat dolar Rp 12.000 terus mengalami kenaikan sehingga menyebabkan penjualan menurun.


"Waktu dolar Rp 12.000-an harga notebook bisa dari Rp 3 juta ke Rp 4 juta. Kalau rata-rata kenaikan harga bisa sekitar 30%-40% saat itu, penjualan sepi," tandasnya.


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini ditutup menguat di posisi Rp 11.420 per dolar AS pada Kamis (17/4/2014) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya di Rp 11.430 per dolar AS.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pemilu dan Tahun Ajaran Baru, Penjualan Elektronika di Glodok Turun 30%-50%

Jakarta -Pedagang di Pusat Elektronika Kawasan Glodok, Jakarta Barat mengaku mengalami penurunan penjualan yang bertepatan saat musim Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014. Faktor berlangsungny tahun ajaran baru 2014/2015 pada Juni-Juli mendatang juga menjadi faktor.

Misalnya Andi (34), penjaga Toko Electronic and Computer Solution di Blok D Glodok ini mengatakan menjelang Pemilu hingga Pemilu berlangsung dan sesudahnya, penjualan produk-produk elektronika di tokonya turun hingga 30%.


"Ada penurunan, pengunjungnya lebih sedikit. Mungkin pada sibuk ngurusin Pemilu. Bisa juga karena takut ribut, biasanya kan gitu. Kalau dikira-kira 20%-30%," ujar Andi saat disambangi detikFinance di Pusat Elektronika Glodok, Jembatan Millenium, Blok D, Jakarta, Minggu (20/4/2014).


Selain faktor Pemilu, Andi mengungkapkan sepinya penjualan juga dipicu karena adanya renovasi gedung di kawasan Glodok.


"Sekarang menurun selain pengaruh Pemilu juga pengaruh dari renovasi gedung, karena mereka (pedagang) pada pindah ke Glodok City sama Glodok Plaza. Jadi mereka pikir di sini nggak pada jualan. Apalagi bulan depan pendaftaran sekolah jadi orang uangnya lebih ke sana dulu. Untuk biaya sekolah dulu," kata dia.


Andi menambahkan, produk-produk elektronika yang mengalami penurunan antaralain produk PS 2 dan 4, tablet, notebook, dan laptop. "Produk-produk yang bisa buat game kayak PS 2, 4, tablet, notebook, laptop untuk hiburan browsing," ujarnya.


Hal yang sama diungkapkan Jeremy, karyawan toko elektronika di Glodok ini mengaku, pengaruh Pemilu dan menjelang pendaftaran sekolah turut mempengaruhi penjualan.


"Sepi. Demo jadi nggak pada belanja. Pada ikut demo, kampanye. Penjualan turun. Kalau ramai bisa sehari 2 kejual, ini lagi sepi belum ada yang kejual. Pembongkaran juga pengaruh banget. Banyak yang nggak tahu," katanya.


Selain itu, Niti seorang pemilik Toko Indah Jaya Sukses menungkapkan, penurunan penjualan yang lebih utama disebabkan karena menjelang pendaftaran sekolah atau tahun ajaran baru. Masyarakat biasanya lebih mengutamakan keperluan sekolah dibanding beli perlengkapan elektronika, sehingga penjualan di tokonya mengalami penurunan hingga 50%.


"Keadaan sepi. Anak-anak lagi ujian, jadi siapa yang mau main games. Biasanya rata-rata penjualan 1-5 per hari. Kalau sepi ya bisa nggak jual. Situasi penurunan bisa 50%. Karena mau pendaftaran sekolah saja ini," pungkasnya.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Mutiara Made in Banyuwangi Tembus Pasar Australia

Banyuwangi -Selain komoditi pertanian seperti manggis dan kelapa asal Banyuwangi, Jawa Timur yang berhasil tembus pasar Internasional. Potensi kelautan bidang budidaya kerang mutiara di perairan Teluk Banyu Biru, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi menjanjikan.

Dalam setahun, lebih dari 120 kilogram (kg) mutiara budidaya asal Banyuwangi diekspor ke perusahaan perhiasan di Australia.


Direktur PT. Disthi Mutiara Suci, Taufik Dwi Komara menjelaskan, lahan perairan seluas 400 hektar di Teluk Banyu Biru itu kini dihuni lebih dari 140 ribu kerang mutiara yang siap dipanen secara bertahap. Biasanya panen dilakukan 2 kali dalam setahun. Dalam sekali panen bisa dihasilkan sekitar 60 kg mutiara.


Untuk pemasaran hasil budidaya, Taufik tak perlu bingung, sebab sejak setahun lalu salah satu perusahaan produsen perhiasan asal Negeri Kanguru sudah siap menampung berapa pun hasil mutiara yang dihasilkan. Pada perusahaan itu, pihaknya menjual dengan harga khusus, per gram mutiara dibandrol dengan harga Rp 150 ribu. Tak heran jika keuntungan dari bisnis budidaya kerang mutiara ini begitu menggiurkan.


"Per gram mutiara, biasanya kami bisa menjual seharga Rp 150 ribu. Pertahun keuntungan sekitar Rp 2 miliar lah," jelas Taufik pada detikFinance saat berbincang di perairan Teluk Banyu Biru, Minggu (20/04/2014).


Terkait perawatan, setiap hari petugas hanya cukup membersihkan kotoran yang menempel di kerang dengan menyemprotkan air laut bertekanan tinggi. Sedang untuk kerang yang terjangkit penyakit "pantat merah", petugas hanya butuh garam sebagai obat mujarab penyembuhan.


"Penting buat kita untuk menjaga kondisi perairan tetap alami tanpa pencemaran. Kita nggak pakai bahan kimia untuk perawatan, disemprot air laut tekanan tinggi setiap hari sudah cukup," imbuh pria yang miliki 2 putra tersebut.Next


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Daftar Pasang RFID Sekarang Bisa Lewat Online dan Gratis

Jakarta -PT Inti (Persero) lebih mempermudah masyarakat yang ingin memasang Radio-frequency identification (RFID) pada kendaraannya, tidak perlu antre karena pendaftaran pemasangan RFID cukup lewat online dan gratis.

Berdasarkan situs Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMP BBM), yang dikutip detikFinance, Minggu (20/4/2014). Masyarakat cukup registrasi dan tinggal menunjukkan barcode registrasi ke posko pemasangan RFID, maka kendaraan sudah siap dipasang RFID oleh petugas pemasangan RFID dari PT Inti selaku pihak yang ditunjuk PT Pertamina melakukan pemasangan RFID.


Pendaftaran dapat dilakukan di www.smpbbm.com melalui ponsel pintar (smartphone), laptop, atau komputer, untuk seluruh pemilik kendaraan roda 4 dan lebih khususnya di wilayah DKI Jakarta yang berjumlah sekitar 4,5 juta kendaraan.


Dan yang paling penting pemasangan RFID gratis.


Seperti diketahui SMPBBM adalah langkah awal pemerintah bersama masyarakat dalam upaya menjaga konsumsi bahan bakar minyak serta mengawasi penggunaan subsidi bahan bakar minyak sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun ini kuota BBM subsidi ditetapkan sebanyak 48 juta kilo liter.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Daftar Pasang RFDI Sekarang Bisa Lewat Online dan Gratis

Jakarta -PT Inti (Persero) lebih mempermudah masyarakat yang ingin memasang Radio-frequency identification (RFID) pada kendaraannya, tidak perlu antre karena pendaftaran pemasangan RFID cukup lewat online dan gratis.

Berdasarkan situs Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMP BBM), yang dikutip detikFinance, Minggu (20/4/2014). Masyarakat cukup registrasi dan tinggal menunjukkan barcode registrasi ke posko pemasangan RFID, maka kendaraan sudah siap dipasang RFID oleh petugas pemasangan RFID dari PT Inti selaku pihak yang ditunjuk PT Pertamina melakukan pemasangan RFID.


Pendaftaran dapat dilakukan di www.smpbbm.com melalui ponsel pintar (smartphone), laptop, atau komputer, untuk seluruh pemilik kendaraan roda 4 dan lebih khususnya di wilayah DKI Jakarta yang berjumlah sekitar 4,5 juta kendaraan.


Dan yang paling penting pemasangan RFID gratis.


Seperti diketahui SMPBBM adalah langkah awal pemerintah bersama masyarakat dalam upaya menjaga konsumsi bahan bakar minyak serta mengawasi penggunaan subsidi bahan bakar minyak sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun ini kuota BBM subsidi ditetapkan sebanyak 48 juta kilo liter.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kapasitas Produksi Industri Gula RI Hanya 20% dari Thailand

Jakarta -Perbandingan kapasitas produksi gula Indonesia hanya 20% dari total kapasitas produksi gula yang dimiliki Thailand, padahal jumlah penduduk Indonesia lebih besar. Sehingga daya saing industri gula nasional harus ditingkatkan agar bisa menghadapi persaingan global seperti ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) akhir 2015.

"Kapasitas total pabrik gula di Thailand sekitar 940.000 ton tebu per hari (tons of cane per day/TCD), masih jauh di atas Indonesia yang berkisar 205.000 TCD," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Subiyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/4/2014)


Ia mengatakan, Thailand kini menjadi salah satu eksportir utama gula dunia. Sebagai perbandingan, produksi gula di Thailand berkisar 10,6 juta ton per tahun, sedangkan Indonesia pada 2013 mencatat produksi gula 2,55 juta ton per tahun. Padahal jumlah pabrik gula di Thailand hanya 50 pabrik, Indonesia hingga 62 pabrik (kondisi tua).


Rendemen (kadar gula dalam tebu) Thailand mencapai 11,82%, sedangkan Indonesia hanya di level 7% alias sangat rendah karena tak efisien.


Ekspor gula Thailand mencapai 8 juta ton/tahun, diantaranya sebanyak 30% diekspor ke Indonesia. Indonesia merupakan importir gula, terutama untuk memenuhi kebutuhan gula industri yang meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.


Kapasitas giling dari 62 pabrik gula yang ada di Indonesia mencapai 205.000 ton tebu per hari (TCD). Dengan asumsi 170 hari giling dan rendemen 9 persen, maka produksi gula seharusnya 3,1 juta ton. Faktanya, kini produksi gula konsumsi hanya di kisaran 2,5 juta ton.


"Artinya, belum optimal,” katanya.


Industri gula merupakan industri padat modal dengan investasi US$ 24 juta untuk pembangunan pabrik per kapasitas 1.000 ton. Selain itu, produsen harus menyiapkan lahan budidaya tebu yang mencapai puluhan ribu hektar serta membangun infrastruktur berupa jalan untuk angkat-angkut tebu dan saluran irigasi.


Ia mengatakan, tantangan industri gula nasional sangat berat. Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, konsumsi gula terus meningkat, namun di sisi lain pertumbuhan produksi lambat.


Subiyono menambahkan, untuk mendorong daya saing industri gula nasional, kuncinya ada pada tiga hal, yaitu efisiensi, diversifikasi, dan optimalisasi alias EDO. Tiga hal itu harus dilakukan bersamaan karena memang saling memengaruhi.


(hen/rrd)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»