Direktur Teknis PT Jakarta Monorail Bovanantoo mengatakan, pada Jumat pekan lalu, Direktur Utama PT Jakarta Monorail John Aryananda sudah berbicara kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) untuk membahas soal perjanjian kerjasama (PKS) kedua belah pihak.
"Kita hormati dan hargai apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur. Kebetulan ini Pak John yang menangani, rasanya kemarin Jumat sudah disampaikan (kepada Ahok)," ungkap Bovanantoo kepada detikFinance, Selasa (1/4/2014).
Bovanantoo menjelaskan, bila perjanjian kerjasama (PKS) antara Jakarta Monorail dan Pemprov DKI Jakarta telah dilakukan saat pertama kali proyek ini dimenangkan oleh Jakarta Monorail. Namun, ada beberapa penyesuaian bentuk perjanjian kerjasama yang menjadi masalah hingga Ahok mengeluarkan pernyataan demikian.
"Perjanjian kerjasama itu sudah ada, bahkan sudah dievaluasi (oleh Pemprov DKI) sehingga kita bisa dilanjutkan kembali proyek monorel ini di bulan Oktober 2013. Namun ada beberapa penyesuaian dan perubahan dengan kondisi sekarang. Kita sudah submit dan semua sudah ditangani. Penyesuaian yang saya ketahui itu seperti besaran penjaminan, konsesi. Kita selalu patuh dengan Pemrov DKI Jakarta," jelas Bovanantoo.
Pada kesempatan itu Bovanantoo menjelaskan, saat ini Jakarta Monorail tetap mengerjakan proyek monoral Jakarta, yaitu jalur hijau (green line) dan jalur biru (blue line).
"Kita sudah sampaikan bila pengerjaan proyek terus dilakukan," kata Bovanantoo.Next
(dnl/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!