"ADB memprediksi pertumbuhan ekonnomi Indonesia akan sedikit menurun menjadi 5,7% pada 2014 (2013 pertumbuhan Indonesia mencapai 5,8%). Tapi, kemudian pada 2015 naik menjadi 6%." ujar Country Director ADB Adrian Ruthenberg di Midplaza, Sudirrman, Jakarta, Selasa (1/4/2014).
Adrian mengatakan, dengan perkiraan ekonomi Indonesia naik pada 2015, menandakan pemilihan umum tahun ini akan berjalan lancar, dan diyakini akan memperbaiki iklim investasi.
"Prediksi ini mengasumsikan bahwa pemilihan umum April dan Juli akan berlangsung lancar, dan pemerintah akan mengambil langkah-langkah unttuk memperbaiki iklim investasi," ucapnya.
ADB memperkirakan konsumsi swasta akan tumbuh perlahan, ini karena menurunnya inflasi dan pembelanjaan seputar keperluan pemilu pada semester I-2014. Pertumbuhan investasi tahun ini diprediksi sama dengan tahun lalu.
Ditambahkan Deputi Direkturr ADB untuk Indonesia Edimon Ginting, tantangan paling signifikan tahun ini adalah defisit transaksi berjalan 2014 dan beberapa tahun ke depan.
"Untuk menghadapi tantangan defisit trransaksi berjalan tersebut, pemerrintah memang telah mengambil langkah-langkah untuk memperhambat laju permintaan domestik, mendorong ekspor, dan menahan impor, seiring dengan terdepresiasinya rupiah," kata Edimon.
Sebelumnya, Bank Dunia sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini perkirakan hanya 5,3% turun dibandingkan tahun sebelumnya pada 2013 yang mencapai 5,8% dan 6,2% pada 2012.
(rrd/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!