OSO Securities: Sentimen Negatif dari Pasar Global

Jakarta - Pada awal pekan ini (15/04) IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup melemah di level 4,894.59 atau turun 0,86%. Sentiment negatif datang dari global seperti Penjualan ritel AS dirilis turun menjadi -0,4% dari sebelumnya 1% dan konsumen AS yang turun dari 78,6 menjadi 72,3. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal I-2013 melambat dari 7,9% menjadi 7,7% atau di bawah konsensus sebesar 8% serta Produksi industri China juga melambat dari 9,9% menjadi 8,9% menjadi katalis pelemahan IHSG kemarin. Pelemahan ini dipimpin oleh sektor keuangan yang turun 1,16%. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 469 miliar.

Pada perdagangan awal pekan ini (15/04) bursa AS ditutup melemah tajam. Indeks DJIA melemah sebesar 265,86 poin atau turun -1,79% ke level 14,599.20, indeks Nasdaq melemah sebesar 78,46 poin atau turun -2,38% ke level 3,216.49, indeks S&P juga ikut melemah sebesar 36,49 poin atau turun -2.30% ke level 1,552.36. Pelemahan terjadi karena rilisnya data pertumbuhan ekonomi China yang melemah dibanding estimasi, pasar mencemaskan perlambatan ekonomi China serta pertumbuhan manufaktur di AS khususnya wilayah New York di mana manufacturing tumbuh 3,05 di bulan April dibandingkan pada bulan sebelumnya sebesar 9,24 kemudian ditambah dengan ledakan bom di sekitar area finish Boston Marathon yang menyebabkan 2 orang meninggal serta penurunan tajam komoditi seperti harga emas yang turun ke level terendah sejak Februari 2011.


Pada perdagangan hari ini IHSG kami perkirakan masih akan melanjutkan pelemahan. Sentiment negatif dari global membuat investor kuatir pertumbuhan ekonomi akan melambat. Secara teknikal, IHSG membentuk black marubozu dengan berada di area middle bolingger bands. Indikator MACD bergerak turun dengan histogram positif negatif, indikator stochastic berada di bawah area overbought. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 4835-4945 resistance.


(ang/ang)