Alat Kesehatan Made in Indonesia Laris Manis di Negara Konflik

Jakarta -Alat kesehatan made in Indonesia semakin dilirik pasar Timur Tengah dan Afrika. Alat kesehatan asli Indonesia laris manis di negara-negara rawan konflik perang.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Nus Nuzulia Ishak menyebutkan, ekspor alat kesehatan (alkes) ke dunia meningkat rata-rata hampir mencapai 10% setiap tahunnya. Dalam 5 tahun terakhir, dikatakan Nus, ekspor alkes meningkat 9,35% dengan nilai US$ 298,91 di tahun 2013.


"Tren peningkatan kinerja ekspor alkes di kawasan Timur Tengah dan Afrika juga tak lepas dari upaya promosi yang dilakukan secara aktif, konsisten, serta berkesinambungan sejak 2006 yang didukung oleh Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI)." tuturnya dalam siaran pers, Minggu (25/1/2015).


Nus menyebutkan, pasar Timur Tengah memang sangat potensial, terutama Uni Emirat Arab yang menjadi pintu masuk ekspor bagi negara di kawasan Indonesia TImur. Negara-negara sekitarnya membutuhkan berbagai produk peralatan kesehatan, terutama negara-negara yang

tengah terlibat konflik.


Hubungan perdagangan Indonesia dengan UEA meningkat sebesar 31,79% selama periode Januari-Oktober 2014 sebesar US$ 3,57 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.


"Pasar Timur Tengah sebagai kawasan negara kaya seperti UEA, Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain, sangat potensial. Peningkatan permintaan Alkes di Timur Tengah digerakkan oleh tingginya pertumbuhan populasi dan urbanisasi, serta kepedulian menjaga kesehatan sebagai bagian gaya hidup masa kini.” paparnya.


Kementerian Perdagangan bakal mempromosikan alkes lebih masif lagi melalui pameran Arab Health Fair yang akan berlangsung pada 26–29 Januari 2015 di Dubai, UEA. Pameran ini merupakan pameran produk kesehatan terbesar untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah yang dikunjungi oleh para importir, wholesaler, dan distributor dari berbagai negara.Next


(zul/ang)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com