James Riady: Ini Tahun yang Bahaya

Jakarta -Pengusaha menilai situasi ekonomi tahun ini masih tidak menentu, karena dinamika di berbagai belahan dunia. Namun Indonesia diperkirakan masih mampu bertahan dan melalui 2015 dengan baik.

James Riady, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pendidikan dan Kesehatan, mengatakan situasi ekonomi dunia pada 2015 sangat penuh tantangan.


"Melihat situasi dunia terakhir, banyak sekali yang khawatir ini tahun yang bahaya. Ekonomi global itu melemah," kata James di acara Economic & Market Outlook 2015 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/1/2015).


Eropa, lanjut James, masih belum bisa diharapkan karena pemulihan ekonomi di Benua Biru sangat lambat. Bahkan diperkirakan bisa memakan waktu sampai 10 tahun.


"Eropa tidak memiliki budaya merespons, pelan sekali. Dikhawatirkan itu 10 tahun. Jadi Eropa itu lemah sekali," katanya.


Negara-negara berkembang, tambah James, juga masih mengalami perlambatan ekonomi. "Negara developed seperti Brasil, Meksiko, itu semua bermasalah," ujarnya.


Di luar ekonomi, menurut James, situasinya juga tidak menggembirakan. Konflik geopolitik dan teror masih terus terjadi.


"Geopolitik Ukraina sama Rusia itu terus memburuk. Apa yang terjadi di Paris, ini menambah," ucap James, yang merupakan bos Grup Lippo.


Namun di tengah masalah yang menumpuk itu, James masih yakin Indonesia mampu melalui 2015 dengan baik. Indonesia punya modal yang sangat penting, yaitu permintaan domestik. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.


"Saya optimistis terhadap potensi Indonesia, demand ada. So far, confidence ini terus meningkat. Pemerintah kita action oriented," tuturnya.


(hds/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com