"Kegaduhan ini kan suatu kejadian yang sangat memalukan bagi kita semua, khususnya di mata internasional. Kurang elok lah," sebut Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat dihubungi detikFinance, Minggu (25/1/2015).
Ade mengatakan, kondisi ini membuat kalangan pengusaha khawatir. Bukan tak mungkin menurutnya jika kondisi kegaduhan ini terus berlarut, Indonesia akan ditinggalkan investor. Pengusaha yang kini berinvestasi di Indonesia tak akan betah berlama-lama di situasi kisruh seperti ini.
"Dari sisi pengusaha terus terang kita khawatir. Dari dua institusi yang seharusnya menunjukkan kinerja baik, malah terjebak dalam perselisihan," tambahnya.
Ade menuturkan, meski tidak terlalu menganggu aktivitas usaha, industri, juga perdagangan, kalangan dunia usaha tengah wait and see. Dengan gelisah, mereka bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya setelah kisruh ini terjadi.
"Kita khawatir ending-nya ini akan seperti apa. Khawatir mereka akan perang terbuka," tutur Ade.
Dia menilai, Presiden Joko Widodo belum memberikan pernyataan tegas untuk menyelesaikan kisruh ini. Padahal, Jokowi lah sosok yang ditunggu-tunggu dan diharapkan bisa menengahi pertikaian yang terjadi.
"Harapannya tentu presiden sebagai panglima tertinggi mengambil alih semua. Presiden harus turun tangan!" tegasnya.
(zul/ang)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com