Pertamina Habiskan Rp 392 Triliun/Tahun Buat Produksi BBM

Jakarta -PT Pertamina (Persero) memiliki 6 kilang minyak yang beroperasi untuk mengolah bahan bakar minyak (BBM), dan produk lainnya. Dalam setahun, dibutuhkan Rp 392 triliun untuk produksi BBM.

"Total biaya yang dikeluarkan Pertamina di Direktorat Pengolahan setahun cukup besar. Pada 2013 saja, kita menghabiskan Rp 392 triliun untuk produksi BBM," kata Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi, dalam acara Workshop Value Creation Refining Day 2015, di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (29/1/2015).


Rahmad mengatakan, dari total biaya Rp 392 triliun tersebut, sebanyak 93% dihabiskan untuk pengadaan minyak mentah. Sedangkan 7% dihabiskan untuk biaya operasi kilang.


"Biaya operasi 7% itu mencapai Rp 31,4 triliun, dan dari Rp 31,4 triliun tersebut 78%-nya dihabiskan untuk proses pengolahan sisanya untuk biaya angkut dan asuransi," katanya.


"Dari 78% processing cost tersebut, 60%-nya dihabiskan untuk mengoperasikan kilang dengan nilai Rp 14,7 triliun/tahun. Kilang kan untuk dioperasikan atau menggerakkan mesin-mesinnya, kan perlu BBM juga. Nah biayanya itu setahun mencapai Rp 14,7 triliun/tahun, sisanya untuk service, gaji pegawai, dan listrik," tambahnya.


Kemudian Rahmad menambahkan, total biaya pengolahan kilang tersebut untuk menghasilkan kurang lebih 800.000 barel minyak mentah per hari.


"Kapasitas kilang kita sebenarnya 1,03 juta barel/hari. Tapi agar efisien, maka optimalnya hanya dapat mengolah sekitar 800.000 barel per hari. Hasilnya seperti untuk bensin RON 88 (premium) mencapai 6 juta kilo liter per bulan, dan 300.000 kilo liter bensin RON 92 ke atas per bulan," jelasnya.


Rahmad menegaskan, dari Rp 392 triliun tersebut, 93% dihabiskan untuk pengadaan atau impor minyak mentah.


"Untuk minyak mentah domestik ada dari lapangan Minas, Jambi Merang, lapangan Budi, Tiung Biru, dan banyak lagi, tapi tentunya tidak cukup. Sehingga ditambah dari minyak impor yang pada 2014 mencapai 39 juta barel dari jenis minyak heavy sour (dari Arab Saudi), sweet curde sebanyak 79,6 juta barel, dan light sour sebanyak 1,2 juta barel. Jumlah ini meningkat sekitar 7% dibandingkan impor minyak pada 2013," tutupnya.


(rrd/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com