Penyertaan Modal Negara (PMN) ini akan diberikan melalui mekanisme penerbitan saham baru Antam dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.
General Manager Logam Mulia Business Unit, anak usaha Antam, Dody Martimbang menuturkan, suntikan dana yang bakal diberikan pemerintah akan dipergunakan untuk membiayai berbagai proyek.
"Ada beberapa proyek yang sekarang sedang berjalan. Misalnya optimalisasi pabrik feronikel kita, ada juga pabrik alumina kita," tutur Dody saat ditemui di kantor Antam, Pulogadung, Jakarta Timur, pekan lalu seperti dikutip, Kamis (29/1/2015).
Dari catatan detikFinance, beberapa proyek besar yang akan digarap Antam tahun ini antara lain CGA Tayan, proyek Feronikel Halmahera Timur, Smelter Grade Alumina Mempawah, dan Anoda Slime.
Menurut Menteri BUMN Rini Soemarno, kapitalisasi pasar emiten berkode ANTM itu akan melonjak hingga 100% menjadi US$2 miliar dari sebelumnya sekitar US$1 miliar setelah mendapatkan suntikan dana tersebut.
Pemerintah sudah menganggarkan Rp 75 triliun dalam APBN 2015 untuk jadi tambahan modal ke sejumlah BUMN. Tambahan modal ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah yang berguna bagi masyarakat Indonesia.
Sebelum dana ini cair, Pemerintah harus meminta persetujuan DPR terlebih dahulu. Rapat dengan Komisi VI dan XI sudah digelar sejak awal tahun ini. Namun DPR belum mengambil keputusan.
(ang/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com