Seperti dikutip dari situs Sumitomo, Selasa (3/3/2015), kereta ini akan menjadi kereta baru buatan Jepang pertama yang dipakai di Indonesia selama 20 tahun terakhir. Sebelumnya, kereta Jepang yang masuk ke Indonesia adalah bekas pakai seperti Commuter Line Jabodetabek.
Sumitomo akan menerapkan sistem Standard Urban Railway System for Asia (STRASYA) di MRT Jakarta. Ini adalah sistem yang dikembangkan di Jepang untuk diterapkan di negara-negara Asia.
Pada dasarnya, STRASYA adalah upaya membuat kereta api lebih efisien dalam pemakaian energi. Selain itu, penggunaan sistem STRASYA juga membuat kereta api tidak membutuhkan banyak perawatan.
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubenur DKI Jakarta, menyambut baik terpilihnya Sumitomo dan Nippon Sharyo sebagai penyedia kereta MRT. Menurut dia, Jepang adalah negara yang sangat maju dalam hal kereta api.
"Saya nggak fanatik sama produk Jepang. Tapi saya suka sama produk yang teruji puluhan bahkan ratusan tahun. Saya nggak mau pertaruhkan, apalagi yang coba-coba. Kita mau Jakarta dapat yang terbaik," kata Ahok.
Jakarta, lanjut Ahok, memiliki banyak program. Alhasil Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI harus dialokasikan dengan seksama untuk produk berkualitas agar ke depan tidak menimbulkan biaya-biaya lagi karena kualitas barang yang rendah. Lebih baik membeli produk terbaik dengan harga mahal daripada produk murah namun mudah rusak.
"Ada pepatah kuno mengatakan kita miskin uang dan pas-pasan, beli barang harus yang bagus mutunya walaupun mahal. Kalau uang pas-pasan beli barang mutu jelek, kalau rusak nggak ada uang untuk beli lagi. Kalau kaya bisa beli apa-apa, kalau rusak beli lagi. Jakarta nggak bisa seperti itu," tegasnya.
(hds/hen)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com