Hal ini dikatakan Aliansi Desa Sejahtera (ADS) dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).
"Penelitian kami, sebanyak 30 hektar sawah akan dihabiskan untuk infrastruktur pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kerawang, Jawa Barat," ungkap Koordinator Pokja untuk Beras ADS Said Abdullah.
Dikatakan Said, pemerintah memang sedang menyiapkan pelabuhan baru di Cilamaya dengan nilai investasi Rp 40 triliun, untuk menopang lajunya pertumbuhan arus barang di Tanjung Priok yang telah mengalami over load.
Pelabuhan yang berada di Desa Sumber Jaya, Tempuran Karawang Jawa Barat itu, rencananya tahun ini sudah mulai dibuka. Pemerintah membuka peluang bagi calon investor untuk masuk mengajukan proposal. Dengan demikian, pada 2015, proyek tersebut sudah bisa dilelang secara terbuka dan tahun 2021 diharapkan mulai beroperasi.
Di sisi yang lain, setiap tahun konversi lahan sawah menjadi lahan industri atau perkebunan sawit semakin meningkat. Target pemerintah untuk mencetak 2 juta lahan sawah baru selalu gagal setiap tahun.
"Target perluasan lahan pangan sebesar 2 juta hektar/tahun tidak pernah dikejar oleh pemerintah. Justru pemerintah terus mengeluarkan izin alih fungsi lahan pangan," imbuhnya.
"Lahan yang tidak dikonversi menjadi perkebunan sawit tetap terkena dampak pembangunan jalan untuk mendukung industri sawit. Hal ini justri akan menghilangkan wilayah kelola untuk menghasilkan pangan seperti beras," cetusnya.
(wij/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!