"Sekarang di Nganjuk, Jawa Timur sedang panen raya kedelai. Kedelai kami hanya dihargai Rp 6.500/kg," ungkap Timin Kartodihardjo salah satu petani kedelai asal Nganjuk, Jawa Timur saat dihubungi detikFinance, Senin (14/10/2013).
Menurut Timin setiap hektar lahan kedelai di Nganjuk, Jawa Timur memproduksi 1,8-2 ton kedelai. Harga beli petani (HBP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 7.400/kg tidak terbukti di lapangan. Sehingga ia mengusulkan ada jaminan harga yang ditetapkan di dalam peraturan agar harga kedelai tidak jatuh saat panen raya.
"Jadi pemerintah ini harus menjamin harga saat panen raya. Jangan sampai harga kedelai jatuh menjadi Rp 6.500/kg. Padahal harga produksi kedelai per kg mencapai Rp 7.150/kg," imbuhnya.
Untuk itu ia mengusulkan agar idealnya harga beli kedelai di tingkat petani adalah Rp 10.000/kg. Harga tersebut sudah memberikan jaminan dan keamanan harga kedelai lokal sekaligus berdaya saing dengan kedelai impor.
"Kalau mau menggairahkan petani tanam kedelai maka ukuran harga idelnya Rp 10.000/kg. Harga tersebut sudah memberikan jaminan bagi para petani karena mahalnya ongkos produksi kedelai selama ini. Bila dibandingkan harga kedelai impor, harga kedelai lokal jauh lebih murah," katanya.
(wij/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!