Impor Burung Walet RI ke China Masih Harus Lewat Malaysia

Jakarta -Ekspor langsung sarang burung walet Indonesia ke China sampai saat ini masih terhambat. Hal ini terjadi belum adanya kesepakatan antara Indonesia dan China terkait perjanjian Mutual Recognition Agreement (MRA).

Ekspor sarang burung walet ke China dilarang karena ditemukan kandungan nitrit yang berlebihan, sehingga dianggap membahayakan. Kebanyakan sarang burung walet yang diimpor China mayoritas berasal dari Indonesia.


Kepala Balai Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini menjelaskan, hingga saat ini impor sarang burung walet Indonesia ke China masih melalui parantara negara Malaysia. Sebagai tindak lanjut atas masalah ini, China dan Indonesia sepakat saling menawarkan 4 produk yang akan dimasukan ke dalam kesepakatan Mutual Recognition Agreement (MRA). Caranya Indonesia menawarkan sarang burung walet kepada China sedangkan China menawarkan bawang putih kepada Indonesia.


"Memang China itu menawarkan Indonesia Garlic atau bawang putih yang tertuang ke dalam kesepakatan MRA dengan prioritas 4 komoditas termasuk sarang burung walet itu," kata Banun saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Rabu (18/12/2013).


Langkah awalnya, dalam waktu dekat para peneliti China akan mulai datang ke Indonesia untuk mengkaji segi kesehatan sarang burung walet. Sedangkan Indonesia akan mengirimkan timnya untuk melakukan studi dan meneliti bawang putih di China.


"Dengan China mereka mengundang kita untuk menilai garlic mereka. Kita juga sebaliknya mengundang mereka untuk rumah walet yang sudah kita siapkan. Akhir bulan ini kelihatannya selesai," imbuhnya.


Padahal Indonesia mempunyai potensi ekspor sarang burung walet sebesar 400 ton per tahun. Sebanyak 90% sarang walet tersebut diekspor ke China dengan harga hingga Rp 37 juta per kilogram.


"Sarang burung walet kita sangat besar. Apalagi neraca defisit kita sangat lebar ini kan peluang sarang burung walet bisa menghasilkan devisa negara Rp 7 triliun/tahun. Kalau itu berhasil tentu bisa membantu masalah yang kita hadapi. Walaupun di sana nata kita tetap lanjutkan prosessnya," imbuhnya.


Lalu kapan ekspor sarang burung walet Indonesia bisa dilakukan secara langsung ke China tanpa perantara Malaysia?


"Kita ingin secepatnya karena nilai ekonomi sarang burung walet kita sangat besar," cetus Banun.


(wij/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!