Pemerintah Rogoh Rp 25 Miliar untuk Angkutan Gratis Motor dan Pemudik

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menganggarkan Rp 25 miliar untuk program mengangkut kendaraan roda dua dan para pemudik Lebaran. Tujuan program ini meminimalisir tingkat kecelakaan di jalan saat arus mudik.

Menteri Perhubungan E.E Mangindaan mengatakan kenaikan volume kendaraan pada saat mudik setiap tahunnya mencapai 6%. Sehingga risiko kecelakaan pun semakin besar, khususnya untuk pengguna sepeda motor.


Ia mengatakan akan ada 35 ribu sepeda motor yang bisa diangkut oleh kereta api, kapal laut, juga truk-truk secara gratis, sedangkan pemudiknya akan diberangkatkan pakai bus.


"Sepeda motor kami berusaha akan naikkan di kapal, di Kereta Api, dan truk, semuanya penumpang naik bus. Semua gratis. Sementara untuk 30-35 ribu sepeda motor bisa kita angkut, orangnya naik bus. Semua gratis," kata Mangindaan saat rapat koordinasi menjelang Lebaran di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/7/2013).


Selain itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso mengungkapkan, tak hanya pemerintah yang menyediakan sarana angkutan pendukung mudik tersebut. Beberapa perusahaan otomotif pun berkontribusi dalam hal ini.


"Truk itu ada APM (Agen Pemegang Merek) yang menyelenggarakan, yang sudah itu Honda 40 truk," katanya.


Pemerintah menyediakan 10 truk, beberapa kapal Pelni dan Roro yang mampu mengangkut lebih dari 15 ribu sepeda motor, juga kereta api. Setidaknya, pemerintah menganggarkan Rp 25 miliar untuk menyediakan layanan tersebut.


"Terus dari Kemenhub dengan Jasa Raharja akan 10 truk, kapal Pelni kapal Roro, kapal angkatan laut kurang lebih 18 ribu sepeda motor. Yang penting lagi, KA akan menyiapkan untuk 11 ribu sepeda motor," katanya.


Suroyo menambahkan, keberangkatan pemudik tersebut ada di beberapa titik. Belum diumumkan titik-titik mana saja yang akan dipakai, namun untuk pelabuhan diantaranya adalah pelabuhan Tanjung Priok.


"Nanti mulai tanggal 1 Agustus sampai dengan 6 Agustus," katanya.


(zul/hen)