Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Harry Azhar Azis setuju karena terlalu banyak libur dan cuti bersama di Indonesia. Menurutnya pemerintah harus merancang kembali jadwal libur dalam satu tahun.
"Memang harus didesain oleh pemerintah soal libur dan cuti bersama. Soalnya kita sudah banyak kan hari besar. Jadi kalau ditambah lagi dengan cuti bersama, itu mengganggu produktivitas. Saya setuju dengan pengusaha," ungkapnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (15/10/2013)
Menurutnya produktivitas dari sektor swasta juga berpengaruh terhadap perekonomian negara. Apalagi untuk perusahaan yang memiliki orientasi pasar ekspor. Jika produktivitas turun, maka perekonomian secara keseluruhan akan terkena imbasnya.
"Coba pemerintah yang harus mengukur produktivitas itu. Jadi biar tahu pentingya untuk merancang jadwal libur dan cuti bersama," serunya.
Ia menyayangkan target dari pengusaha akhirnya tidak tercapai akibat hal tersebut. Sementara, para pengusaha harus bersaing dengan pengusaha dari negara-negara lain terkait memproduksi barang.
"Pengusaha kan terus bersaing untuk produk-produk yang dikeluarkan," ujar Harry.
Harry menawarkan agar ada penambahan jam kerja jika memang jadwal libur tidak bisa dikurangi, atau dengan menggunakan sistem shift. Sehingga produksi tetap berjalan, meskipun ada libur.
"Jadi kan sudah diketahui targetnya berapa. Berapa produktivitasnya dalam setahun. Itu bisa digunakan sistem shift, siang dan malam. Agar target produktivitas bisa tetap dipacu dan tidak kalah kan," pungkasnya.
(mkl/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!