Seluruh Negara ASEAN Mau Bangun Pembangkit Listrik Nuklir, RI Kapan?

Jakarta -Jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah lebih dari 200 juta jiwa, sementara kapasitas listriknya hanya 40 gigawatt. Ini berarti Indonesia miskin listrik.

"Kita itu miskin listrik, penduduk kita 200 juta lebih sementara kita hanya punya 40 GW (gigawatt). Listrik kita baru akan cukup kalau ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)," ujar Anggota Dewan Energi Nasional Herman Agustiawan di Pertamina Energy Outlock, di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (17/12/2013).


Herman mengatakan, saat ini negara-negara ASEAN sudah memulai pembangunan PLTN. Bila Indonesia tidak segera membangun, maka Indonesia akan menjadi pembeli listrik dari negara-negara tetangga di ASEAN.


"Negara ASEAN saja sudah mulai membangun PLTN, mulai dari Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina dan lainnya semua sedang mau bangun, kalau kita tidak juga mulai bangun, kita hanya akan menjadi importir listrik, saat ini saja kita impor listrik dari Malaysia," ungkapnya.


Herman mengakui saat ini kebijakan pembangunan PLTN masih terhambat, karena kebijakan ini masih belum disetujui DPR.


"Nuklir masih menjadi pilihan terakhir, harus kembangkan energi lainnya, tapi pertanyaan saya apa cukup dengan renewable energy (energi terbarukan)? Tidak, jadi harusnya kita mulai sekarang bangun nuklir, bangun nuklir itu perlu waktu 10 tahun," tegasnya.


"Satu lagi kita tidak punya pembangkit listrik nuklir, kita dilecehkan negara lain, masa ASEAN Bangun kita tidak, kita itu sudah dilecehkan Australia yang kasus penyadapan, apa mau terus dilecehkan?!" tutupnya.


(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!