JK mengatakan kondisi tersebut menjadi kesempatan baik bagi para pengusaha. Pengusaha selalu mencari kesempatan dan tantangan, termasuk yang bergerak di bidang konstruksi.
"Kalau tahun lalu infrastruktur rendah, Insya Allah tahun depan 2 kali lipat dengan menghemat anggaran, subsidi. Oleh karena itu para konsultan, kontraktor itu pasti disibukkan," katanya di depan para pengusaha dalam Rapimnas Kadin yang diadakan di Hotel Pullman, Jalan S. Parman, Jakarta, Senin (8/12/2014).
JK mencontohkan, untuk bidang infrastruktur listrik saja, pemerintah dan swasta akan menggelontorkan investasi hingga Rp 400 triliun dalam 4 tahun ke depan.
"Program listrik 35.000 MW, Rp 400 triliun harus selesai dalam 4 tahun. Berarti satu tahun Rp 100 triliun. Kita butuh investor listrik, kontraktor listrik," kata JK.
Menurut JK, selain persoalan pengeluaran anggaran infrastruktur semakin besar di beberapa tahun ke depan. Kalangan dunia usaha juga akan diuntungkan dengan aturan-aturan yang sudah pro bisnis seperti soal tarif listrik swasta seperti pembangkit listrik mikro hidro.
"Dengan harga yang pasti tak perlu negosiasi dengan PLN lagi. 7 sen (Kwh) silakan, hidro 9 sen silahkan. Tak perlu lagi negosiasi bertahun-tahun. Menguntungkan negara dan pengusaha," katanya.
(hen/hds)