Pelabuhan Cikarang Ingin Jadi Penopang Tanjung Priok

Jakarta - PT Cikarang Inland Port membangun Cikarang Dry Port di kawasan strategis Industri Jababeka Bekasi, Jawa Barat. Pelabuhan seluas 200 hektar dan dapat menampung 400.000 TEUs kontainer ini sudah dibangun sejak tahun 2000 dengan dana hampir US$ 200 juta.

"Investasi kita sudah US$ 200 juta, dan mulai dibangun sejak tahun 2000 di kawasan strategis Industri Jababeka Bekasi Jawa Barat," ungkap Managing Directur PT Cikarang Inland Port Benny Woenardi saat berdiskusi di Menara Batavia, Jakarta, Rabu (10/7/2013).


Benny berharap, pembangunan Cikarang Dry Port dapat mengurai kepadatan arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.


"Konsepnya kalau industri banyak di kawasan timur (Bekasi) mengapa harus dibawa ke utara (Priok). Jadi semua pelayanan kepelabuhanan berintegrasi ke Dry Port. Jadi 62% kontribusi Tanjung Priok datang dari timur (Bekasi), 14% dari barat, 18% selatan," katanya.


Dengan berbagai fasilitas infrastruktur yang baik, Benny menjamin, Cikarang Dry Port dapat memberikan pelayanan bongkar muat yang jauh lebih cepat. Pihaknya sudah bekerjasama dengan terminal operator Pelabuhan Tanjung Priok.


Namun bisnis yang dijalankan sampai saat ini masih terbatas pada B to B (business to business). Sehingga ia menginginkan adanya regulasi dari pemerintah agar kegiatan bongkar muat dapat dijalankan secara otomatis oleh mereka.


"Regulasi bisnis pelabuhan ini tidak bisa dipegang oleh swasta. Aturan pemindahan dari Priok ke Dry Port cuma ada satu yaitu PP No 17/2008. Bagaimana fungsi CDP (Cikarang Dry Port) menjadi penopang Priok harus ada regulasi. Sampai saat ini belum ada. Yang dikeluarkan pemerintah baru bisnis to bisnis," cetusnya.


(wij/dnl)