Menteri ESDM Sudiman Said menampik kabar-kabar tersebut. Menurutnya hubungan antara keduanya masih baik-baik saja. Kabar soal hubungan yang memanas seperti ini yang disukai mafia migas.
"Sebenarnya adem-adem saja. Tidak ada sesuatu yang dramatis. Yang muncul adalah statement sepotong, diolah begitu rupa, yang ketawa adalah para mafia migas," ujarnya dalam diskusi di Bimasena, Jakarta Selatan, Minggu (7/12/2014).
Menurutnya, tim yang diketuai Faisal Basri ini ke depan akan makin sering berkomunikasi dengan BUMN migas tersebut. "Harus sering ngobrol, komunikasi, dialog dari hati ke hati," ujarnya.
Mengenai nasib Petral ke depan, Sudirman mengatakan, hal tersebut memang menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nasib Petral akan ditentukan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.
"Presiden kita sangat dingin melihat persoalan, bukan tipe yang meledak-ledak. Berpikirnya dalam, tidak reaktif tekanan kaya apa bukan menjadi perhatian utama. Apapun yang terjadi pada Petral ke depan bukan karena tekanan publik. Di Tim itu luar biasa sumber informasinya. Itu adalah wujud dari semangat yang tinggi untuk berbenah. Keputusan apapun dasarnya fakta dan analisis yang baik," katanya.
(hds/ang)