Menteri Susi: Indonesia Banyak Korupsi Karena Pengawasan Auditor Kurang Ketat

Jakarta -Punya 240 juta penduduk, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut, dengan jumlah penduduk yang besar ini Indonesia punya peluang jadi salah satu negara terkuat di dunia.

"Kita harusnya menjadi negara terkuat nomor 7 di dunia dengan penduduk 240 juta," kata Susi di depan 500 auditor Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (8/12/2014).


Salah satu kelemahan Indonesia mengapa tidak bisa menjadi negara terkuat di dunia adalah masih maraknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Praktik KKN marak karena lemahnya monitoring yang dilakukan auditor.


"Indonesia banyak kegiatan yang akhirnya menjadi link KKN adalah karena kurang kencangnya dan ketatnya dari auditor monitoring," imbuhnya.


Oleh karena itu ia meminta betul para auditor di dalam negeri bekerja secara profesional dan tegas. Auditor harus memiliki standarisasi kontrol dan monitoring yang selama ini menjadi kelemahan.


Ia mencontohkan saat menjabat sebagai CEO Susi Air mengungkapkan pihaknya selalu rutin mengaudit 3 hal penting di industri penerbangan. Dijelaskannya, Susi Air yang dibangun dengan sistem matrix rutin mengaudit 3 hal yang paling besar seperti safety, internal audit dan quality control.


"Auditor internal itu harus menjadi yang paling profesional karena kunci utama profesional sebuah organisasi. Mau itu sebuah negara, company dan departemen itu adalah sebuah lingkaran yang harus di-monitoring. Saya melihat di kita kelemahan kontrol dan monitoring," sebutnya.


(wij/ang)