Survey tersebut dilakukan oleh lembaga riset dan konsultan global Knight Frank. Knight Frank mengelompokkan orang kaya menjadi 4 kategori, yakni orang kaya, ultra kaya, centa-mllionaire dan miliuner. Nah, dari survey yang dilakukan Knight Frank, dalam 10 tahun ke depan, orang ultra kaya di Jakarta bakal bertambah sampai 538 orang.
"Riset ini dilakukan berdasarkan ekonomi, politik, kualitas hidup dan pengetahuan," kata Associate Director Knight Frank, Hasa Pamudji dalam Wealth Report 2015 di Hotel All Seasons, Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Ultra kaya atau ultra high net worth individuals digolongkan adalah orang kaya dengan kekayaan bersih di atas US$ 30 juta, di luar aset rumah pertama.
Hasan mengatakan, di tahun 2014 lalu, jumlah orang ultra kaya di Jakarta mencapai 363 orang. Itu artinya, ada 363 orang yang tinggal di Jakarta memiliki kekayaan lebih dari US$ 30 juta atau sekitar Rp 360 miliar.
"Jumlah ini diproyeksi akan naik 148% dalam 10 tahun mendatang menjadi 901 orang di tahun 2024," katanya.
Knight Frank memproyeksikan di tahun 2024, kota tempat tinggal orang dengan kategori ultra kaya tersebut masih akan berada di Singapura dengan jumlah 1.752 orang. Diikuti Hong Kong 1.251 orang, New York 1.031 orang, London 907 orang, Mumbai 871 orang, Beijing 848 orang, Shanghai 687 orang, Sao Palulo 621 orang, Hangzhou 616 orang dan Jakarta 538 orang.
(zul/ang)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com