Berdasarkan penelusuran detikFinance di Pasar Warakas Jakarta Utara, Rabu (10/7/2013), para pedagang daging sapi mengeluh barang dagangannya tak diminati pembeli. Rata-rata omset mereka anjlok hingga 40%.
"Sepi (hari ini), memang sudah budaya dari tahun ke tahun. Kemarin pas mau Puasa ramai walaupun harga daging sapi Rp 100.000/Kg," ungkap salah satu pedagang daging Hafidz.
Para pedagang di Pasar Warakas hanya berani menjual daging sapi 30 kg/harinya. Tingginya harga daging membuat masyarakat enggan membeli komoditi pangan yang selama setahun terakhir ini melonjak.
"Sekarang begini kalau harganya Rp 100.000/kg cuma dapat 1 kg iya itu kemahalan. Rata-rata hanya jual 30 kg/hari biasanya bisa sampai 70-80 kg/hari. Pendapatan berkurang ya kira-kira 40%," imbuhnya.
Ia pun meminta pemerintah khususnya Menteri Pertanian (Mentan Suswono) untuk segera intervensi harga terjait tingginya harga daging sapi saat ini. "Pemerintah harus turun tangan, Mentan tolong tambah pasokan. Harga mahal ini karena pembatasan impor itu yang untung ya bos besar," katanya.
Hafidz setuju harga daging beku yang akan diimpor Bulog masuk ke pasar tradisional. Menurutnya dengan adanya daging Bulog yang harganya jauh lebih murah bisa mendongkrak dan menurunkan tingginya harga daging sapi di tingkat pasar.
"Daging beku Bulog itu belum ada sampai sekarang. Kemarin kita dikasih tau kalau ada daging beku Bulog. Itu baik ya biar bos besar itu nggak ambil untung besar," cetusnya.
(wij/hen)