Dahlan beralasan masih ada celah untuk menjalankan program restrukturisasi (penyehatan) yang bisa dan mungkin diambil agar Merpati bisa kembali bersaing dengan maskapai-maskapai lain.
"Merpati tidak dilikuidasi dengan mengambil langkah-langkah yang bisa menyelamatkannya," kata Dahlan dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance, Selasa (31/12/2013).
Salah satu opsi penyelamatan yang ditempuh adalah melepas kepemilikan saham anak usahanya.
"Misalnya, Merpati melepaskan anak perusahaannya MMF (Merpati Maintenance Facility) kepada BUMN yang tugasnya melakukan restrukturisasi, yakni PT PPA. Hasilnya untuk membiayai operasional Merpati," jelasnya.
Dengan opsi ini, beban operasional Merpati ditekan bahkan bisa memperoleh suntikan modal segar dari penjualan anak usaha. Selama masa restrukturisasi ini, Merpati diminta menggandeng mitra dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO).
KSO ini nantinya dijalankan dalam bentuk anak usaha baru sehingga tidak terbebani oleh utang holding atau induk yang tembus di atas Rp 6 triliun.Next
(feb/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!