Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang naik +0,46% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,01%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas kembali mengalami koreksi. Harga inyak mentah WTI turun -1,77% ke level US$65,84 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -1,25% ke posisi US$1.190,40 per troy ounce.
Dari dalam negeri, biaya dana (cost of fund) perbankan mulai naik sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan (BI rate). Hitungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biaya dana mulai naik 3 basis poin (bps) hingga 5 bps, sejak BI rate naik pertengahan November 2014 kemarin. Di sisi lain, kalangan perbankan juga menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) selanjutnya, yang akan digelar pada 11 Desember 2014.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks akan bergerak di rentang resistance 5.250 dan support 5.118.
IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 5.187.
(ang/ang)