Bangun Jalur Sutera Modern, China Incar Perdagangan Rp 32.500 T

Jakarta -Jalur sutera adalah rute perdagangan dari Asia ke berbagai wilayah di Eropa sampai Afrika. Bagi bangsa China, jalur ini menegaskan keunggulan mereka di bidang perdagangan pada masa lampau.

Kini, perdagangan China tengah melambat yang berakibat pada terpangkasnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun lalu, Negeri Tirai Bambu terbiasa mengalami pertumbuhan ekonomi 2 digit dan kini untuk mencapai 7% saja harus bekerja keras. Pertumbuhan ekonomi 7% tentu tidak cukup menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari semilyar rakyat China.


Oleh karena itu, Presiden China, Xi Jinping, punya visi mewujudkan jalur sutera modern. Menurutnya, jalur ini akan mendongkrak nilai perdagangan China menjadi US$ 2,5 triliun (Rp 32.500 triliun) dalam 1 dekade ke depan.


Mengutip Reuters, Selasa (31/3/2015), program ini dijuluki 'Satu Sabuk, Satu Jalan'. Tidak hanya melalui darat, jalur sutera modern ini juga menyentuh laut atau maritim.


Melalui proram jalur sutera modern, China akan membangun jaringan kerera api, jalan tol, pipa gas, pembangkit listrik, sambungan internet, dan berbagai infrastruktur lain. Infrastruktur-infrastruktur ini akan menghubungkan China dengan berbagai negara di Eropa sampai Afrika. Gao Hucheng, Menteri Perdagangan China, menyebut lebih dari 50 negara sangat tertarik dengan progam ini.


"Kami berharap nilai perdagangan China dengan negara-negara ini akan melampaui US$ 2,5 triliun dalam 1 dekade," kata Xi Jinping.


"China akan lebih terbuka, akan mendorong masuknya investasi asing. Namun, perlindungan terhadap kepentingan dan hak rakyat tidak akan berubah," sambung Xi.Next


(hds/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com