Sementara pendapatan usaha perusahaan tambang itu naik di 2014, yaitu US$ 3,3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya US$ 3,2 miliar.
Harga batu bara internasional (Global Coal Newcastle) mengalami penurunan sebesar 17% pada tahun 2014 dengan harga rata-rata di kisaran US$ 70,95. turunnya harga ini akibat dari kelebihan pasokan batu bara yang masih berlanjut.
Faktor lain yang menyebabkan harga batu bara turun adalah melemahnya permintaan domestik China, depresiasi mata uang negara-negara eksportir utama batu bara terhadap dolar AS.
"Situasi makro tahun lalu masih sulit dengan harga batu bara yang masih tertekan akibat kelebihan pasokan dan kapasitas di pasar. Kami memperkirakan kondisi pasar masih akan menantang di tahun 2015," ujar Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir, dalam siaran pers, Rabu (11/3/2015).
Meski demikian, Adaro optimistis fundamental jangka panjang untuk sektor batu bara dan energi masih tetap kokoh. Perseroan akan fokus pada keunggulan operasional, menjaga kas dan pengembangan bisnis termasuk memperkuat bisnis logistik dan hilir dengan bisnis ketenagalistrikan.
"Kami tetap berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan nilai maksimum dari batu bara Indonesia, termasuk membayar dividen tunai tahunan," katanya.Next
(ang/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com