Di Jepang, itu lah jam kerja para pegawai kantoran. Fenomena ini didokumentasikan oleh orang asing bernama Stu yang bekerja di Jepang. Video ini diunggah (upload) di YouTube dengan judul 'Stu in Tokyo'. Demikian dikutip dari CNN, Rabu (11/3/2015).
Dalam video tersebut, Stu menceritakan sebuah pekan bagi para pekerja kantoran di sektor jasa keuangan. Dia memilih periode Januari-Maret, yang merupakan saat-saat di mana pekerjaan menumpuk.
Setiap harinya, setelah hanya tidur beberapa jam, Stu dengan terburu-buru berangkat ke tempat kerja. Dia berada di kantor rata-rata 13 jam per hari.
Pekerjaan baru selesai sekitar pukul 23.00, dan Stu lagi-lagi harus bergegas agar tidak ketinggalan kereta. Tiba di rumah, isirahat, dan siklus yang sama terus berulang.
Dalam 6 hari, Stu bekerja selama 78 jam dan tidur 35 jam. Padahal dalam 6 hari hanya ada 144 jam, artinya lebih dari separuh kehidupan Stu dihabiskan untuk bekerja.
Stu hidup layaknya pekerja kantoran di Jepang pada umumnya. Pekerja kantoran ini adalah tulang punggung perekonomian Negeri Matahari Terbit, dan seringkali menempatkan pekerjaan di atas keluarga.Next
(hds/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com