Menutup perdagangan awal pekan, Senin (8/7/2013), IHSG terjun bebas 169,182 poin (3,68%) ke level 4.433,625. Sementara Indeks LQ45 anjlok 33,052 poin (4,32%) ke level 731,229.
Saham-saham di Wall Street bergerak menguat menyambut datangnya musim laporan kinerja keuangan emiten. Penguatan juga didorong oleh data ekonomi AS yang membaik pada akhir pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 88,85 poin (0,59%) ke level 15.224,69. Indesk Standard & Poor's 500 menguat 8,57 poin (0,53%) ke level 1.640,46. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 5,45 poin (0,16%) ke level 3.484,83.
Hari ini IHSG diperkirakan bisa rebound didorong oleh sentimen positi dari pasar global dan regional. Aksi jual asing makin berkurang digantikan oleh aksi beli investor domestik.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 133,24 poin (0,94%) ke level 14.242,58.
- Indeks KOSPI menipis 1,42 poin (0,08%) ke level 1.815,43.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin anjlok didorong turun oleh kekhawatiran akan ancaman tingginya inflasi dan juga naiknya suku bunga BI Rate. Selain dari dalam negeri, faktor eksternal yang mendorong indeks regional melemah adalah kekhawatiran akan pengurangan stimulu, menyusul beberapa data ekonomi seperti data tenaga kerja menunjukkan adanya pertumbuhan yang positif. Selain dari AS, investor global juga khawatir bahwa pertumbuhan China akan tertahan oleh pengetatan kredit. Hari ini kami proyeksikan IHSG masih akan melemah, meski tekanan jual akan mereda. Kisaran support-resistance 4.370-4.470.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -169.18 poin (-3.68%) ke 4,433.63 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.4 juta lot atau setara dengan Rp4.5 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-3.29%), sektor basic-industries (-3.82%), sektor construction and property (-5.93%), sektor consumer goods (-4.64%), sektor finance (-3.99%), sektor infrastructure (-0.87%), sektor mining (-2.84%), sektor misc-industries (-3.29%), dan sektor trade (-4.38%).
Tercatat sebanyak 30 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 56 saham tidak mengalami perubahan dan 142 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. PGAS (+1.80%), BNII (+2.94%), SMCB (+1.89%), BNLI (+1.27%), dan MIDI (+7.69%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-7.36%), BBRI (-5.81%), ASII (-3.70%), UNVR (-4.44%), dan BBCA (-4.21%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp885 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, BBRI, SMGR, BBCA, dan INTP. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,956 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan sinyal dead cross pada indikator MACD, hal ini mengindikasikan hari ini IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksinya. Dengan support 4,370 dan resistance 4,580. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BMRI, LPKR, SMCB.
(ang/ang)