Masuk Bursa Bersamaan, Saham Cipaganti dan Bank Mitraniaga Kompak Menguat

Jakarta - Dua emiten baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini. Saham keduanya kompak menguat.

Saham PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) pada perdagangan perdananya dibuka di harga Rp 195 per saham dari harga saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 190 per saham. Saham jasa transportasi ini sempat menyentuh level Rp 194 per saham atau naik 1,5% dari harga saham perdana.


Perseroan melepas sebanyak 361 juta saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan akan meraup perolehan dana sebesar Rp 68,61 miliar.


"Harga saham perdana yang ditawarkan dan dibuka sebesar Rp 190 per lembar saham diharapkan akan mendapatkan respons investor yang positif pada hari pertama perdagangan," kata Direktur Utama Cipaganti Andianto Setiabudi saat acara listing perdananya, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/7/2013).


Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham sebesar 93,21% akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi dalam bentuk penambahan unit baru kendaraan dan perangkat pendukung lainnya, peremajaan unit kendaraan, penambahan unit bis pariwisata, pembelian tanah lokasi pool, pembelian tanah lokasi kantor usaha dan renovasi bangunan kantor.


Sementara sebesar 6,79% akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja Perseroan antara lain gaji karyawan, biaya sewa lahan yang akan digunakan untuk pool, pengadaan suku cadang, biaya asuransi dan biaya operasional Perseroan.


Cipaganti sebagai market leader di bidang penyediaan jasa transportasi darat terpadu dan persewaan alat berat, perkembangannya tidak hanya dititikberatkan di pulau Jawa saja.


Saat ini Cipaganti Group sudah ekspansi ke Bali, Sumatera dan Kalimantan. Per 31 Desember 2012, Cipaganti mengoperasikan satu kantor pusat, delapan kantor cabang dan 50 kantor usaha yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, yang dilengkapi dengan fasilitas pool serta workshop untuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan unit kendaraan dan alat berat.


Sementara saham PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) pada perdagangan perdananya dibuka di harga Rp 300 per saham dari harga IPO di harga Rp 180 per saham. Saham perbankan ini sempat menyentuh level tertingginya di angka Rp 305 per saham atau naik 125% dari harga saham perdana.


Bank ini melepas sebanyak 445 juta saham atau 27,32% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100. Perseroan akan mengantongi dana sebesar Rp 80,1 miliar dari hasi IPO ini.


Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit perseroan.


Hingga akhir 2012, ekuitas perseroan mencapai Rp 119,03 miliar. Adapun posisi rasio kecukupan modal pada akhir 2012 sebesar 22,25%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan nasional yang berada pada 18%.


Total aset perseroan pada akhir 2012 tercatat Rp 1,05 triliun dengan outstanding kredit Rp 418,16 miliar. Adapun posisi dana pihak ketiga (DPK) Rp 917,19 miliar dan rasio intermediasi 45,8%.


Dengan aksi korporasi ini pemegang saham mayoritas yaitu Yeo Willy Yonathan akan terdilusi menjadi 53,75% dari sebelumnya 99,16%. Sementara pemegang saham minoritas Yeo Harry Yonanta akan terdilusi dari 0,84% menjadi 0,46%. Willy Yonathan saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama dari Bank Mitraniaga.


Dua perusahaan tersebut merupakan emiten ke-22 dan 23 yang melantai di bursa tahun ini setelah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Apexindo Pratama Duta (APEX) (relisting), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Nusa Raya Cipta (NRCA), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD). Emiten ini masuk sebagai emiten ke-477 dan 478 di BEI.


(ang/ang)