"Untuk antisipasi lonjakan permintaan pada saat arus mudik khususnya H+15 dan H-15 lebaran tahun ini Pertamina menambah impor BBM premium sebanyak 2 kargo, dimana satu kargonya mencapai 200.000 barel atau total 400.000 barel," ungkap Vice President Fuel Marketing Pertamina Muhammad Iskandar saat ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Sekadar diketahui, 1 barel minyak sama dengan 159 liter, dengan impor 400.000 barel artinya sama dengan 63,6 juta liter premium.
Kata Iskandar, impor ini dilakukan karena pada periode tersebut konsumsi BBM khususnya premium akan melonjak dari hari biasanya.
"Kondisi normal konsumsi premium mencapai 80.000 kiloliter per hari sedangkan pada masa sebelum dan sesudah lebaran (H+15 dan H-15) konsumsi BBM jenis premium melonjak hingga 107.000 kiloliter per hari untuk arus mudiknya. Sedangkan arus baliknya sekitar 101.000 kiloliter per hari," kata Iskandar.
Sementara untuk Solar, justru konsumsinya akan turun, karena mobilitas truk angkutan tidak beroperasi atau walaupun beroperasi tetap dilarang masuk ke jalur mudik. "Impor ini sudah kami pesan dan sudah dipersiapkan jauh hari sejak awal tahun," kata Iskandar.
Selain tambahan impor tersebut, Pertamina tetap menyiapkan stok BBM cukup hingga 22 hari dan gas elpiji cukup selama 15 hari.
(rrd/dnl)