First Asia: IHSG Masih Bergejolak

Jakarta - Tekanan jual masih melanda perdagangan saham kemarin di tengah pergerakan pasar saham kawasan yang bergerak di teritori positif. IHSG ditutup terkoreksi 29,825 poin (0,67%) di 4403,800. Tekanan jual masih dipicu aksi jual investor asing yang membukukan net selling Rp.529 miliar. Minat beli hanya berlangsung sesaat pada sesi awal namun segera diikuti dengan aksi jual sehingga indeks kembali bergerak di teritori negatif.

Asing masih mengkhawatirkan kebijakan pemerintah menangani kenaikan inflasi dan pelemahan rupiah yang bisa berdampak negatif bagi kinerja emiten sektoral. Sementara tadi malam Wall Street kembali melanjutkan tren penguatannya. Indeks DJIA dan S&P kembali ditutup menguat masing-masing 0,50% dan 0,72% di 15300,34 dan 1652,32. Sentimen pasar saat ini pada pencapaian laba emiten 2Q13 yang diperkirakan akan tumbuh lebih baik menyusul membaiknya perekonomian AS. Di saat bersamaan IMF kemarin menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,3% menjadi 3,1%.


Memasuki perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan volatile di tengah volume transaksi yang relatif tipis. IHSG akan menguji tahanan bawah di kisaran 4350 hingga 4370. Sedangkan level resisten ada di 4460 hingga 4510. Kondisi pasar global yang bergerak di teritori positif diperkirakan bisa memicu aksi beli temporer pelaku psar terutama mengantisipasi rilis kinerja 2Q13 yang dimulai akhir Juli ini.


IHSG : S1 4370 S2 4350 R1 4460 R2 4510


Saham Pilihan


INCO 1810-1950 Buy, SL 1790


BMTR 1860-1950 TB, 1850


MAPI 6600-7100 TB, 6500


ASII 6500-6700 TB, SL 6400


CPIN 4275-4475 TB, SL 4250


(dru/dru)