Kalau Sudah Beroperasi, Boleh Nggak Ya Foto-foto di Tol Atas Laut Bali?

Jakarta - Jalan tol atas laut Bali diklaim sebagai jalan tol terindah dengan pemandangan laut. Kita bisa melihat matahari terbenam, lembayung senja, serta air pasang dari tol ini. Tapi apakah ada tempat untuk berhenti menikmati pemandangan di tengah tol ini?

Sayangnya, jika sudah beroperasi, pengendara tidak dapat berhenti dan berfoto-foto layaknya di tengah jalan tol ini. Tak disediakan pula tempat khusus seperti rest area bagi siapa saja yang ingin berfoto atau sekadar beristirahat. Tapi bila anda berfoto di dalam kendaraan yang melaju, tentu saja tak ada yang melarang.


Sabtu pekan lalu bisa jadi hari bersejarah bagi masyarakat Bali. Karena hari itu merupakan satu-satunya hari di mana masyarakat diperbolehkan untuk berfoto-foto, dan menikmati keindahan alam di atas tol ini.


"Silakan anda puas-puaskan berfoto-foto, sambil jungkir balik atau sambil apapun silahkan puaskan. Dengan catatan, jika telah beroperasi nanti, tidak ada lagi kendaraan yang berhenti dan berfoto-foto. Puaskan hari ini saja, hanya hari ini," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan saat membuka acara Sinergi BUMN Fun Bike and Fun Walk di Jalan Tol Atas Laut Bali, Sabtu, pekan lalu.


Benar saja, dari penelusuran detikFinance saat itu, pemandangan indah sangat nampak jelas. Wajar saja, ini kali bisa jadi kali pertama Indonesia memiliki jalan tol atas laut yang berkelok-kelok, setelah jembatan Suramadu hanya dibuat lurus. Namun layaknya Suramadu, tol ini pun memiliki jalur khusus motor.


Tol ini dikelilingi lautan, dan langit biru yang indah. Pemandangan sangat lengkap jika terjadi air pasang, yang seolah air laut sangat dekat dengan jalan tol.


Seperti diketahui, tol atas laut Bali ini menghubungkan Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa dan ditargetkan selesai sebelum pertemuan KTT APEC di Oktober 2013 nanti. Mau lihat kelak-kelok tol ini? Anda bisa lihat di sini.


Susunan kepemilikan proyek tol ini meliputi Jasa Marga sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.


Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.


Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada Oktober 2013 nanti. Tol ini memiliki panjang 12,7 km dengan nilai investasi sekitar Rp 2,4 triliun.


Diperkirakan tarif tol untuk ruas ini ialah , Gol I Rp 10.000, Gol II itu Rp 15.000, Gol III Rp 20.000, Gol IV Rp 25.000, Gol V Rp 30.000, dan Gol VI khusus motor itu Rp 4.000 sekali masuk.


(zul/dnl)