Pihak konsorsium BUMN sedang menyelesaikan desain kerjasama dengan pengelola Bandara Soekarno-Hatta yaitu PT Angkasa Pura II (AP II). Targetnya konstruksi monorel sudah bisa dimulai pada awal September 2013.
Corporate Secretary Adhi Karya Amrozi Hamidi menjelaskan untuk pengembangan monorel bandara menelan biaya Rp 2,3 triliun.
"Masih pengkajian detail dengan AP II, diharapkan akhir Agustus atau awal September paling lambat (dimulai). Dananya RP 2,3 triliun," ucap Amrozi kepada detikFinance, Rabu (10/7/2013).
Target konstruksi proyek dikerjakan selama 18 hingga 20 bulan atau akan selesai pertengahan 2015. Untuk menggembangkan monorel ini, Adhi Karya menggandeng PT INKA (Persero) sebagai penyedia kereta dan PT LEN Industri (Persero) sebagai pengembang jaringan persinyalan.
Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengklaim, Bandara Soekarno-Hatta akan lebih dahulu memiliki monorel daripada DKI Jakarta. Menurutnya hal itu terjadi karena pengembangan, pendanaan dan pengguna monorel dilakukan oleh BUMN sehingga lebih cepat.
(feb/hen)