"Tambang open pit (terbuka) sejak 21 Juni 2013 sudah diberi izin untuk kembali beroperasi, sedangkan terkait tambang bawah tanah atau underground Freeport mulai hari ini Pemerintah sudah kembali memberi izin untuk beroperasi kembali," ungkap Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Keputusan pemberian izin operasi kembali ini, kata Susilo, didasarkan hasil investigasi tim independen, inspektur tambang, Badan Vulkanologi dan Geologi Kementerian ESDM, serta Kepolisian.
"Keputusan ini atas dasar hasil-hasil investigasi tim independen yang dibentuk Menteri ESDM, inspektur tambang,inspektur tambang, kepolisian, dan dari Freeport sehingga berdasarkan rekomendasi, disimpulkan pemerintah memberi izin kembali operasi tambang bawah tanah Freeport," ungkap Susilo.
Seperti diketahui Freeport Indonesia telah menyiapkan tambang bawah tanah dengan terowongan sepanjang 1.000 km di Papua.
Saat ini proses pembangunan tambang bawah tanah tersebut sudah mencapai panjang 400 meter yang melingkar. Freeport menyiapkan dana investasi US$ 1 miliar untuk membangun tambang bawah tanah yang diklaim terbesar di dunia.
Pembangunan tambang bawah tanah ini bertujuan untuk menggantikan lokasi tambang terbuka Freeport di Papua karena cadangan emasnya akan habis pada 2016.
Namun akibat insiden runtuhnya lokasi tambang beberapa waktu lalu yang menewaskan 28 korban jiwa, seluruh proyek Freeport dihentikan. Dan baru pada 21 Juli 2013 Freeport baru dizinkan untuk kembali mengoperasionalkan tambang terbukanya, kemudian baru hari ini Freeport baru mendapat izin untuk operasikan tambang bawah tanahnya.
(rrd/dnl)