
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk mencabut subsidi BBM di ibu kota, sebagai langkah mengurangi macet dan menahan laju pertambahan kendaraan. Rencana ini didukung Kementerian Keuangan.
Rencana pencabutan subsidi BBM di DKI ini diutarakan oleh Wakil Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok). Kebijakan ini akan dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan menahan laju pertumbuhan kendaraan di DKI Jakarta.
Menurut Ahok, tak perlu peraturan khusus untuk mencabut BBM bersubsidi di Jakarta. Pemprov DKI hanya tinggal berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Bila kebijakan ini terlaksana, maka tidak akan ada lagi BBM subsidi di ibu kota.
"Karena paling besar subsidi salah satunya di DKI. Kita minta ke ESDM untuk di DKI disetop, ini pusat. Nggak perlu aturan, tinggal bilang Pertamina nggak kirim," kata Ahok pekan lalu.
Rencana ini muncul karena masih mudah menemukan kendaraan yang seharusnya tak menggunakan BBM bersubsidi namun tetap menggunakannya. Salah satu contoh yang diambil Ahok adalah mobil murah.
"Makanya mobil murah jadi apa? Katanya Kementerian Perindustrian mobil murah nggak pakai BBM subsidi, mana di lapangan? Ya kan?!" kata Ahok.
Sejumlah pejabat negara mengomentari rencana Ahok yang awal tahun ini juga pernah dilontarkan. Apa kata mereka?
