Bos Pelindo II: Kelola Pelabuhan, Saya Harus Keras

Jakarta -Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino menilai persoalan pelabuhan di Indonesia sangat rumit. Sehingga diperlukan tindakan dan gaya kepemimpinan seorang yang berani dan keras untuk mengatasi permainan-permain kotor di pelabuhan.

"I tell you. Saya harus keras tapi kalau sekarang saya soft. Nggak bisa lawan semua orang, lawan pengusaha, lawan pemerintah, lawan semua orang yang dulu dijadikan lahan nggak karu-karuan. Saya nggak akan kompromi," kata RJ Lino saat rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR Senayan Jakarta, Senin (16/12/2013).


Menurutnya kondisi manajemen pelabuhan di Indonesia saat ini, tak bisa ditangani oleh seorang Chief Executive Officer (CEO) operator pelabuhan dengan kaya kepemimpinan yang biasa.


"Nanti kalau sudah beres, Anda cari yang lebih soft, bukan kayak saya. Kalau itu mau dipilih, saya diganti saja nggak apa-apa. It's how the logistic and port of Indonesia could be transform," tegasnya.


Lino menjelaskan komitmen dirinya menata dan mengelola pelabuhan telah disampaikan saat terplih menjadi Dirut Pelindo II tahun 2009. Pada saat itu, ia menghadapi kondisi pelabuhan yang jauh dari standar pelabuhan internasional. Sehingga menantang karyawan Pelindo II untuk bekerja giat.


"Saya pernah di IPC (Indonesia Port Corporation) tahun 90-an. Balik 2009. Kondisi organisasi beda. Organisasi nggak ada energi dan soul-nya. Saat itu, saya lihat mata karyawan kayak mau mati besok. Saya bilang organisasi apa? Saya bilang orang IPC sebagian ini seperti sampah. Ini supaya mereka mau membuktikan dan mau berubah. Itu saya katakan, bahwa saya bukan sampah. Very good jobs," jelasnya.


Seperti diketahui saat ini Pelindo II sedang dihadapi kasus resign massal para petinggi perusahaan BUMN operator pelabuhan tersebut. Jumlah yang resign mencapai 22 orang. (feb/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!