Total dana yang sudah dicuri mencapai total US$ 1 miliar (Rp 12 triliun). Serangan hacker ini bisa jadi yang terbesar dalam sejarah pembobolan bank lewat dunia maya.
Kaspersky mengaku sudah mengetahui modus peretasan yang dilakukan para penjahat ini, yaitu dengan memasang perangkat lunak (software) pengintip di komputer perbankan.
Nah, software ini yang akan merekam dan mempelajari kebiasaan dan cara kerja pegawai bank. Dengan memanfaatkan pengetahuan dan data tersebut, para hacker bisa mentransfer sejumlah uang ke rekening khusus tanpa sepengetahuan nasabah maupun pegawai bank yang bersangkutan.
Setiap kali mentransfer uang, para hacker ini mengambil sekitar US$ 2 juta hingga US$ 10 juta dari masing-masing bank yang berbeda.
"Total kerugian finansial yang diperkirakan terjadi bisa mencapai US$ 1 miliar, ini serangan kriminal dunia maya terbesar yang pernah kami lihat," kata Kaspersky seperti dikutip dari CNN, Senin (16/2/2015).
Kaspersky tidak membeberkan nama-nama bank yang sudah kena serangan tersebut. Lokasinya tersebar di 25 negara, termasuk Amerika Serikat (AS). 'Penjarahan' ini sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir.Next
(ang/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com