Pasar ini telah ada sejak tahun 1970-an, waktu itu belum ada bangunan permanen. Namun pada Mei 2007 dibuat bangunan permanen yang mencakup 1151 kios. Namun semenjak menjadi pasar permanen, pasar ini seperti hidup segan mati tak mau, karena banyak kios yang kosong terutama di lantai teratas.
Kini, Pasar Santa jadi populer berkat hadirnya berbagai pelaku usaha kreatif di lantai paling atas yaitu lantai 3 lantai yang dahulu kosong. Di pertengahan 2014, sejumlah pelaku usaha kreatif yang menamakan diri sebagai komunitas kopi dan piringan hitam, mengisi 300-an kios yang dilelang karena sudah kosong selama bertahun-tahun.
"Awalnya dari komunitas kopi," ujar Tomo, seorang pedagang di dalam Pasar Santa kepada detikFinance, Senin (16/2/2015).
Kampanye dan promosi besar-besaran yang dilakukan oleh komunitas ini lewat berbagai sosial media berhasil menggugah perhatian masyarakat untuk menyambangi lokasi ini.
Kepopuleran Pasar Santa semakin meningkat setelah Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel bersama Menteri KUKM AAGN Puspayoga meresmikan pasar ini sebagai Pasar 'Gaul' Santa pada 1 November 2014.
Sejumlah artis pun ikut meramaikan tempat ini hingga sejumlah menteri ikut memanfaatkan tempat ini sebagai tempat pertemuan santai. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pernah ke pasar ini.Next
(dna/hen)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com